Seminar Peluang dan Tantangan Kerja di Era Industri 4.0

Seminar “Peluang dan Tantangan Kerja di Era Industri 4.0”
Gratis !!!
Syarat Peserta :
Karyawan Perusahaan
Tamatan SMA/SMK/MA
Belum pernah kuliah
Waktu & Tempat :
Sabtu, 29 Februari 2017
14.00 S/d selesai
Aula Gedung B
Universitas Potensi Utama
Fasilitas :
Sertifikat
Snack
Goody Bag
Registrasi paling lambat Kamis, 27 Februari 2020
p2K.upu@gmail.com
CP : 082274201388
Kuota Terbatas !

LEARNING AND SHARING PROGRAM : BECOME CERTIFIED HR MANAGER

Apakah Bidang keahlian atau Kompetensi anda ingin diakui secara nasional dan internasional? Tahukah anda bahwa pasar kerja nasional dan internasional menuntut tersedianya tenaga kerja yang kompeten di setiap bidang, banyak industri dan organisasi mempersyaratkan agar tenaga-kerjanya memiliki sertifikasi kompetensi yang kredibel.
Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Nomor : M/5/HK.04.00/Vll/2019 disebutkan bahwa pemberlakukan Wajib Sertifikasi Kompetensi Terhadap Jabatan Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
Menyikapi hal tersebut, HR Community akan mengadakan seminar yang membahas tuntang tentang hal-hal yang berkaitan dengan sertifikasi jabatan-jabatan di bidang Sumber Daya Manusia
Dalam seminar ini akan dibahas tuntas tentang persyaratan dan bagaimana persiapan untuk mengikuti Assessment serta SKKNI apa saja yang akan diuji dalam sertifikasi tersebut dari seorang Assesor dan pengayaan materi dari Kepala Badan Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan.
Kami mengundang seluruh pemilik perusahaan, Direktur HR, GM HR, Manager HR, Supervisor HR, Akademisi, Mahasiswa serta masyarakat umum yang ingin mendapat penjelasan yang lengkap tentang seluk beluk sertifikasi MSDM ini.

Mengelola Kinerja Karyawan agar Produktivitas Meningkat

Pengelolaan karyawan yang tepat tidak hanya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun juga akan memberikan semangat pada karyawan yang bersangkutan untuk meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik lagi. Dengan begitu, produktivitas perusahaan akan semakin meningkat pula. Namun pada kenyataannya, semangat yang dimiliki oleh para karyawan akan mengalami pasang dan surut. Setiap karyawan ada kalanya akan mengalami penurunan kinerja. Jika dibiarkan secara terus menerus, maka hal tersebut akan berdampak buruk terhadap kelangsungan perusahaan. Operasional perusahaan tentu saja akan terhambat. Lalu bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan mengelola kinerja karyawan agar bisa maksimal?

Demi mewujudkan tujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan, mutlak dibutuhkan kesamaan persepsi tentang apa dan bagaimana sistem tersebut akan dijalankan. Semakin selaras persepsi yang dimiliki oleh pimpinan perusahaan dan karyawan yang ada di bawahnya mengenai sistem tersebut, maka semakin positif dampaknya bagi progres maupun hasil akhir penerapannya.

  1. Faktor yang Mempengaruhi Standar Kinerja Karyawan Ada  beberapa faktor yang dapat mempengaruhi standar kinerja seorang karyawan, antara lain sebagai berikut ini: 1. Faktor Internal, memusatkan pada karakteristik pribadi seorang karyawan. Contohnya adalah loyalitas, keandalan, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan dalam memimpin. 2. Faktor Eksternal, memusatkan pada faktor di luar diri karyawan. Faktor eksternal ini terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah faktor sosial dan organisasi yang meliputi kebijakan, jenis latihan dan pengalaman, sistem upah serta lingkungan sosial. Dan yang kedua adalah faktor fisik dan pekerjaan, meliputi metode kerja, pengaturan dan kondisi, perlengkapan kerja, pengaturan ruang kerja, kebisingan, penyinaran, serta temperatur.
  2. Tips Meningkatkan Kinerja Karyawan Beberapa perusahaan besar maupun perusahaan kecil saat ini telah mengambil tindakan yang menarik untuk mengukur dan meningkatkan produktivitas kinerja karyawan seperti berikut ini: 1. Menetapkan ekspektasi yang jelas dari awal bahkan saat pertama merekrut seorang karyawan. Jelaskan secara terperinci tentang standar kinerja yang telah ada dan bagaimana standar tersebut dapat digunakan oleh seluruh karyawan. 2. Mencoba memberikan pembinaan kinerja kepada karyawan. Teknik ini merupakan cara baru untuk mengelola kinerja karyawan yang berfokus pada hubungan secara langsung antara karyawan dengan manajer atau pimpinan perusahaan. 3. Memberdayakan para karyawan dengan cara memberikan karyawan otonomi lebih. 4. Meminta kritik dan saran dari para karyawan sebagai salah satu bahan untuk evaluasi. 5. Menentukan tujuan terlebih dahulu, yang berfungsi untuk tahap karir karyawan dan tentunya untuk proses perencanaan bisnis. 6. Mengukur kinerja karyawan yang dapat dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau beberapa minggu. 7. Beradaptasi dan menyesuaikan kebutuhan karyawan dan perusahaan. 8. Mengingat pekerjaan besar yang telah dicapai oleh karyawan atau usaha karyawan yang berpengaruh dalam sebuah tim atau sebuah proyek.
  3. Pengarahan untuk Memaksimalkan Kinerja Karyawan Dalam menjalankan tugas pekerjaannya, setiap karyawan membutuhkan pengarahan. Pengarahan ini bertujuan agar para karyawan lebih memahami apa saja yang menjadi tanggung jawabnya. Kemudian para karyawan akan bersedia melaksanakan tugas pekerjaannya dengan maksimal. Ada 3 jenis pengarahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan, yaitu: 1. Orientasi. Biasanya dilakukan pada karyawan baru agar mengetahui dan mengenal seluk beluk perusahaan. Namun program orientasi juga dapat diterapkan pada karyawan lama untuk me-refresh apa saja yang menjadi tujuan perusahaan. 2. Perintah. Yaitu permintaan dari pimpinan kepada para karyawan yang ada di bawahnya untuk melakukan suatu pekerjaan pada saat tertentu. Perintah dibagi menjadi 3 macam, yaitu perintah umum dan khusus, perintah lisan dan tertulis, serta perintah formal dan informal. 3. Pendelegasian wewenang kepada karyawan untuk mengurangi beban tugas pekerjaan tertentu. Baca juga: 7 Langkah Meningkatkan Kinerja Karyawan Anda

Selain memperhatikan cara meningkatkan kinerja karyawan, Anda juga harus melakukan manajemen HR dengan baik agar karyawan yang ada merasa nyaman selama bekerja. Manajemen HR di perusahaan meliputi pengelolaan absensi karyawan, proses pengajuan cuti, pengajuan klaim atau reimbursement, proses penggajian, dan masih banyak lagi. Semua tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan dengan mudah dengan menggunakan software HR. Anda dapat mempercayakannya pada Sleekr, yang dapat diakses kapan pun dan dimana saja dengan mudah dan praktis.

MENGGENJOT DAYA SAING PERUSAHAAN LEWAT PENGEMBANGAN SDM

Siapa menolak bekerja di perusahaan sekelas Google, Apple, atau Toyota? Perusahaan-perusahaan ini begitu menggiurkan bagi para pencari kerja. Betapa tidak. Mereka berani berinvestasi besar-besaran pada sumber daya manusia, mulai kesejahteraan, fasilitas, ruang berkreasi, dan peningkatan kompetensi. Semua dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Mereka begitu menghargai karyawan. Investasi pada manusia, bukan produk semata Mari bercermin pada moto sukses Toyota, yaitu “We Make People First before We Make Product”. Sejarah Toyota membuktikan, semangat menciptakan dan memproduksi produk unggul adalah modal penting kesuksesan. Toyota lahir bukan dari kekayaan modal atau teknologi canggih. Namun, dari sebuah ungkapan sederhana tentang cinta seorang anak pada ibunya. Kelelahan sang bunda karena setiap malam harus menenun dengan mesin manual mendorong Sakichi Toyoda, pendiri Toyota, mengembangkan mesin tenun yang lebih baik. Dia merancang mesin pemintal yang akan berhenti secara otomatis ketika terjadi kesalahan. Bagi Toyota, kualitas produk merupakan buah dari proses produksi penuh ketelitian, ketangguhan, dan kesungguhan. Diimbangi juga dengan kemampuan untuk terus menyempurnakan proses dan sistem produksi di dalamnya. (Baca: Ini Dia… Rahasia Sukses Jepang Bangun Kekuatan Ekonomi Dunia!) Saking pentingnya filosofi ini, Toyota tak segan berinvestasi untuk mengolah sendiri SDM mereka. Di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mendirikan Toyota Learning Center yang bertugas memberikan pelatihan dan transfer ilmu antar karyawan. “Kita ingin SDM Toyota punya global standard. Mulai dari operator sampai tingkat manajerial,” ucap Bob Azam, Direktur Administrasi PT TMMIN saat dihubungi KOMPAS.com kemarin. Ia mengatakan, sebelum mulai bekerja, karyawan diberikan pengetahuan tentang aturan dasar manufaktur, skil dasar, lalu skil lanjutan, dan skil manajerial. Tak lupa, pembekalan mengenai Toyota Way dan Toyota Production System (TPS) karena semangat Toyota adalah dasar penting yang harus dimiliki oleh seluruh karyawan. (Baca: Belajar Kerja Sigap untuk Hasil Produksi Maksimal!)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menggenjot Daya Saing Perusahaan Lewat Pengembangan SDM”, https://edukasi.kompas.com/read/2015/06/18/10263181/Menggenjot.Daya.Saing.Perusahaan.Lewat.Pengembangan.SDM.
Penulis : Adhis Anggiany Putri S